Cara Menggunakan Kamera Smartphone Dengan Mode Manual/Pro

Kamera adalah bagian penting dari sebuah smartphone, bahkan kamera sering menjadi pertimbangan seseorang dalam membeli smartphone. Kali ini saya akan membahas kamera pada smartphone atau lebih spesifiknya cara menggunakan kamera smartphone dengan mode manual /pro. Dimana sebagian besar orang yang memiliki smartphone hampir dipastikan jarang menggunakan mode manual/pro ini, mungkin karena belum mengerti cara memakainya. Padahal dengan mode manual/pro sangat berpotensi menghasilkan karya fotografi yang lebih menawan dibandingkan dengan mode auto.

Sebenarnya mode auto atau mode digital itu awalnya ada pada kamera digital, hal ini bertujuan untuk memudahkan para pengguna kamera digital yang masih awam untuk menghasilkan foto yang cukup menarik, jadi tinggal jepreet…jepreeet jadi deh. Kekurangan dari mode auto ini biasanya terjadi over exposure atau under exposure dan lain-lain. Over exposure adalah istilah yang sering dipakai ketika foto yang dihasilkan terlalu terang karena terlalu banyak menyerap cahaya sehingga bagian –bagian detail yang harusnya terlihat jadi gelap. Sedangkan under exposure adalah kebalikannyadimana cahaya yang ditangkap itu kurang banyak alhasil foto yang yang dihasilkan jadi terlalu gelap. Over dan under exposure itu yang membuat sebagian orang malas menggunakan mode auto saat mengambil foto.

Tetapi sekarang mode auto sudah dibuat lebih canggih agar tidak banyak melakukan kesalahan. Itulah kenapa sekarang kita mengenal istilah A.I (artificial intelligence) kamera, A.I merupakan kemampuan system untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk  belajar dari data tersebut dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel. tetapi menurut saya A.I pada smartphone sekarang ini masih bisa dibilang belum terlalu pintar karena masih belum jauh berbeda dengan mode auto. A.I sekarang ini baru bisa mengenali objek dan skenario yang kita bidik. Misal kita bidik makanan maka A.I akan mempreset makanan atau ketika lagi memotret landscape maka A.I akan mempreset landscape untuk mengambil angle yang lebih luas. Itulah kenapa A.I pada smartphone masih perlu banyak pengembangan karena belum ada kata belajar seperti definisi diatas. Mungkin 2 atau 3 tahun lagi A.I akan mengalami peningkatan.

Sekarang kita akan bahas mode manual/pro. Tidak semua smartphone memiliki mode manual/pro. Kalau ada pun pilihannya sangat sedikit dan malah tidak terlalu penting karena kita hanya bisa mengatur white balance aja atau pressure aja. Tetapi tidak sedikit smartphone yang memberikan mode manual/pro yang sangat lengkap. Sebenarnya memotret dengan mode manual/pro itu gampang-gampang susah yang penting kalian itu harus sabar dan harus terus belajar agar mendapatkan hasil yang maksimal. Sebelum kita memotret dengan mode manual/pro mari kita pelajari dulu fungsi – fungsi dari mode manual/pro. 

1.    Rules Of Third
Sebelum memotret dengan mode manual/pro terlebih dahulu mengaktifkan fitur asistif grid. Dengan mengaktifkan fitur ini kita bisa mengambil foto dengan komposisi yang proporsional. Istilah dalam fotografi dan berhubungan dengan garis grid ini adalah rules of third. Komposisi rules of third adalah dengan membagi ruang pada frame  foto kita menjadi 9 bagian yang sama besar dan perpotongan garis – garis ini yang biasa disebut point of interest.

2.    ISO
ISO adalah ukuran tingkatsensitivitas sensorkamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitive sensor terhadap cahaya. Sederhananya semakin tinggi ISO maka semakin terang gambar yang ditangkap. Tetapi semakin tinggi ISOnya semakin banyak noise yang ditangkap.


3.    Shutter Speed
Pengertian shutter speed adalah berapa lama jendela aperture terbuka sampai tertutup kembali. Jadi pada kamera biasanya terdapat jendela aperture atau shutter blade. Semakin lama jendela terbuka maka akan semakin banyak jendela yang masuk dan semakin teranglah foto yang dihasilkan. Dibawah ini adalah urutan angka shutter speed semakin besar angka 1 per-nya semakin cepat. Kalau kalian akan mengambil objek yang cepat dan bergerak gunakan shutter speed yang cepat, sedangkan jika akan mengambil objek yang low light dengan minim noise gunakan shutter speed yang lambat. Konsekuensi saat kita menggunakan shutter speed yang lambat foto tersebut harus diambil dengan keadaan yang stabil bisa menggunakan tripod atau yang lainnya. Karena jika mengambil foto dengan shutter speed yang lambat tetapi dengan tangan foto yang dihasilkan kemungkinan besar mengalami blur.



4.    EV (exposure compensation)
Fitur ini berfungsi untuk mengubah hasil perhitungan exposure biasanya disingkat EV. Jika kamu sudah mensetting ISO dan shutter speed dengan benar tapi masih merasa kurang terang atau kurang gelap. Geser kekiri (-) untuk meredupkan dan geser kekanan (+) membuat foto lebih terang.


5.    Focus Mode
Biasanya terdapat 3 mode focus yang bisa kita pilih
AF-S yang berarti single auto focus
AF-C yang berarti continuous auto focus
MF yang berarti manual focus
Untuk objek yang diam kamu bisa menggunakan single auto focus, sedangkan objek yang bergerak gunakan continuous auto focus. Kalau kamu ingin menentukan sendiri titik  focus pada suatu objek maka mode manual focus bisa kamu gunakan.

6.    White Balance
Fitur white balance ini berfungsi memastikan bahwa warna putih akan ditangkap secara akurat. Jadi warna putih yang ditangkap sesuai dengan aslinya apapun jenis pencahayaan saat foto diambil. White balance sangat tergantung dari kondisi cahaya disekitarnya karena kondi cahaya saat memotret itu berbeda – beda, seperti memotret di bawah sinar matahari, dibawah bohlam yang cenderung warm.kamu tinggal atur komposisi white balance sesuai kondisi saat kamu memotret.


Selanjutnya adalah praktek atau mencoba Karena teori doang akan percuma. Dengan banyak mencoba akan mengasah skill kamu.

Selamat mencoba



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...